Bagaimana Sejarah Ditemukannya Sumpit?

by bioregulator on 20/09/2011

Sumpit berasal dari zaman Tiongkok Kuno, yaitu pada masa pemerintahan dinasti Shang.1 Pada masa itu, orang-orang memasak di sebuah panci besar, sehingga sangat lama untuk menunggu masakan menjadi matang. Kemudian orang-orang yang sudah kelaparan dengan tidak sabarnya mengambil makanan yang terdapat di dalam panci besar tersebut dengan menggunakan ranting-ranting pohon.1

Kemudian pada tahun 400 sebelum masehi bangsa Tiongkok mengalami kesulitan bahan bakar. Hal ini terjadi karena pohon yang ada ditebangi untuk mengubah hutan menjadi lahan pertanian.1 Untuk mengurangi penggunaan bahan bakar, maka masakan dipotong-potong, lalu ditumis.2 Ternyata memasak sayur dan daging dengan cara ditumis lebih hemat bahan bakar ketimbang cara memasak lainnya. Keuntungan lain dari cara memasak tersebut adalah daging dan sayuran dipotong dalam ukuran sekali suap. Sehingga memakan dengan sumpit jauh lebih praktis dibanding menggunakan alat makan lainnya, terutama pisau. Pada masa itu, Confucius menyarankan untuk tidak menggunakan pisau di meja makan, karena akan mengingatkan mereka pada rumah jagal.1

Sehubungan dengan kelangkaan kayu, maka pada masa tersebut meja merupakan sebuah barang yang sangat langka. Sumpit sangat memudahkan dalam mengkonsumsi makanan. Karena tangan yang satu memegang sumpit, sedangkan tangan yang lain memegang mangkuk nasi.2 Lalu mengapa orang Tiongkok tidak makan dengan menggunakan tangan saja? Ternyata sebagian besar makanan di Tiongkok dimakan dengan menggunakan saus. Sehingga makan dengan cara demikian akan membuat tangan menjadi kotor.2

  1. Chopsticks, http://en.wikipedia.org/wiki/Chopsticks diakses 20 September 2011. [] [] [] []
  2. David Feldman, Mengapa Hidung Anjing Basah?, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2006, hlm. 13 [] [] []

Leave a Comment

Previous post:

Next post: